Aniaya Jurnalis, Kadus Kr. Bedil- Kediri Ditetapkan Sebagai Tersangka

  • Bagikan

Lombok Barat, MatajituNews.com –

kasus dugaan penganiayaan yang di lakukan oleh oknum Kadus Karang Bedil Utara Desa Kediri berinisial MN ahirnya resmi di laporkan ke pihak Polres Lombok Barat dengan Laporan Polisi Nomor: LP/210/V/2020/NTB/Rest Lobar, Tanggal 15 Mei 2020 lalu , Dari hasil gelar perkara yang di laksanakan oleh Polres Lombok Barat, Kadus Karang Bedil Desa Kediri inisial MN di tetapkan menjadi tersangka.

Kemudian, status pelaku sudah menjadi tersangka akan tetapi tidak ditahan karena kooperatif dan masih melaksanakan tugas-tugasnya sebagai kepala wilayah (Kepwil) di desa setempat, dan untuk berkas perkara sudah di kirim ke jaksa. ujar Kapolres Lombok Barat melalui Kasat Reskrim Polres Lombok Barat, AKP Dhafiq Shiddiq, (7/6).

Di tempat terpisah, Ketua DPW Perkumpulan Media Online Indonesia Provinsi NTB (DPW MOI NTB), Amrin, mengapresiasi kinerja Satuan Reskrim Polres Lombok Barat yang sudah menetapkan pelaku penganiayaan terhadap jurnalis menjadi tersangka”, pungkasnya.

Sementara itu, Ketua MOI NTB,  Amrin mendorong JPU untuk segera menyidangkan kasus Ahmad Sahib (jurnalis) dengan tersangka MN yang sudah di tetapkan menjadi tersangka oleh Polres Lobar Supaya ini tidak berlarut larut. tegasnya.

Selanjutnya, ia mengatakan bahwa, Kekerasan yang dilakukan oleh Kadus MN terhadap jurnalis tidak hanya melanggar hukum pidana penganiayaan, pengeroyokan dan intimidasi tapi tersangka juga berupaya penghalang-halangi kerja jurnalistik sebagaimana diatur dalam UU Pers Nomor 40 tahun 1999. Hal tersebut, juga akan kami bawah ke jalur hukum dewan pers. paparnya.

Diketahui, seorang jurnalistik dilindungin oleh Pasal 4 UU Pers mengatur bahwa pers nasional berhak mencari, memperoleh, mengolah, dan menyebarluaskan informasi. Sementara pasal 18 mengatur bahwa setiap orang yang menghambat atau menghalangi kerja jurnalistik akan diancam pidana maksimal dua tahun penjara atau denda paling banyak Rp500 juta. Pungkasnya. (Mj- Ibn )

  • Bagikan