Darurat Narkoba, BNNK Sumbawa Ajak Semua Stakeholder Perang Lawan Narkoba

23

Sumbawa, Mj-

Berbagai upaya dalam ikhtiar melakukan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), Kali ini, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kab. Sumbawa melaksanakan Rapat kordinasi dengan Lingkup Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Daerah terkait Program Pemberdayaan Masyarakat Anti Narkoba di Lingkungan Pemerintah, di Rumah Makan Gowa Labuan Sumbawa Kec. Labuan Badas, Rabu (29/7).

Sementara itu saat ditemui media ini seusai kegiatan tersebut, Kepala BNNK Sumbawa melalui Kasi P2M, Nursyafruddin, A.md., mengatakan bahwa, ini merupakan salah satu ikhtiar BNNK sumbawa dengan OPD Pemerintah daerah dalam upaya melakukan pencegahan peredaran gelap narkoba di lingkup pemerintahan dan pemberdayaan masyarakat anti Narkoba dilingkungan Pemerintahan. Salah satu tujuannya adalah menyatukan persepsi dalam rangka rencana aksi nasional P4GN sesuai dengan Instruksi Presiden nomor 2 Tahun 2020. ujarnya.

Lanjut Nur, sapaan akrab pejabat BNNK Sumbawa mengungkapkan bahwa, pihaknya berharap seluruh OPD Pemerintahan Daerah bergerak untuk melakukan perang melawan Narkoba dengan berbagai instrumen aksinya, baik mulai dari pencegahan, pemberantasan maupun rehabilitasi. ungkapnya.

Kedepannya, OPD terkait memiliki regulasi, komitmen perang melawan Narkoba dilingkungan OPD masing – masing dengan program-program nyata bukan hanya saja dengan simbol semata tapi aksi nyata. ucap Nur.

Untuk diketahui, bahwa Wilayah Sumbawa sudah masuk dalam zona merah dalam peredaran gelap Narkoba, Dan terkait peredaran barang haram tersebut, pihaknya juga berharap agar dilingkup pemerintahan juga berperan aktif dalam upaya melakukan pencegahan peredaran gelap Narkoba dengan mendeteksi dini penyalahgunaan Narkoba khususnya Aparatur Sipil Negara (ASN). paparnya.

Saat ini, ASN sudah cukup ketat aturannya, setiap ASN terindikasi melakukan penyalahgunaan Narkoba dengan tes Narkoba (Tes Urin, red) sudah bisa diberikan sangsi dengan pemberhentian dengan tidak hormat. Apalagi kalau menjadi Bandar atau Pengedar, sudah jelas hukumannya. Kata Nur, itu merupakan salah satu regulasi Kementrian terkait khususnya Menpan RB dalam upaya melakukan pencegahan peredaran gelap dan penyalahgunaan Narkoba yang sudah secara serius, bahwa dilingkup ASN tidak boleh ada yang terlibat dengan Narkoba baik sebagai jaringan, Bandar, Pengedar Maupun Pengguna. terang Nur.

Kendati demikian, Narkoba ini sudah mulai menjamah ke desa-desa dan menjamah ke dunia pendidikan juga dalam peredaran gelap dan penyalahgunaan Narkoba tersebut. Pihaknya juga mengajak peran aktif semua stakeholder baik dari Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Pemuda Maupun Penggiat Anti Narkoba Lainnya, agar turut serta melakukan perang terhadap Narkoba. pungkasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala BNNK Sumbawa, Kasi P2M Nursyafruddin, Kasat Pol PP, Perwakilan OPD Pemerintahan Daerah. (Mj-red)