Advokat Togar Situmorang Laporkan Dugaan Pencemaran Nama Baik ke Polda Bali

38

DENPASAR – Advokat senior Togar Situmorang, SH, MH, MAP, mendatangi Polda Bali, Selasa (6/10/2020). Kedatangan advokat kondang itu untuk melaporkan kasus dugaan tindak pidana pencemaran nama baik dirinya, ke pihak Ditreskrimsus Polda Bali.

Pelaporan tersebut masih berupa Pengaduan Masyarakat (Dumas) dengan Nomor: Dumas/ 708/ X/ 2020/ Ditreskrimsus.

“Benar, kami sudah membuat laporan terkait dugaan tindak pidana pencemaran nama baik ke Ditreskrimsus Polda Bali,” ujar Togar Situmorang, saat ditemui usai membuat pengaduan tersebut.

Dikatakan, dirinya menempuh jalur hukum karena apa yang sudah dilakukan oknum tertentu sangat tendensius dan sudah menyebar ke mana-mana. Hal itu, dinilai Togar Situmorang, sudah membunuh karakternya sebagai seorang advokat.

“Itu sudah membunuh karakter saya sebagai advokat yang bekerja sesuai UU Advokat dan berlindung di dalam Surat Kuasa yang diberikan klien. Artinya sebagai advokat, saya punya hak imunitas,” tandas Togar Situmorang, yang didampingi tim hukum dari Law Firm Togar Situmorang.

Menurut advokat yang dijuluki Panglima Hukum itu, dirinya mengadukan pihak-pihak yang telah membuat namanya tercemar. Apalagi hal itu berkaitan dengan profesinya sebagai advokat, yaitu officium nobile atau profesi yang mulia. Akibat pemberitaan HOAX terkait saya tersebut menimbulkan kerugian baik materil ataupun immateriil yang sangat besar, dan akan menempuh jalur hukum kesemua pihak yang telah turut serta menyebarkan berita HOAX tersebut, baik pidana maupun perdata.

“Jadi saya akan berjuang, membela nama baik saya. Juga membela korps kebanggaan saya, advokat,” tandas Founder dan CEO Law Firm Togar Situmorang

Diketahui, sebelumnya dalam kasus penyegelan tanah di Jalan Batas Dukuh Sari Gang Kaswari Nomor 12 Sesetan, Denpasar Selatan, ada pihak yang justru mengadukan Togar Situmorang ke Polda Bali. Togar Situmorang diadukan karena diduga melakukan aksi penyekapan terhadap keluarga yang tinggal dalam bangunan di atas lahan yang disegel tersebut.

Pengaduan atas dirinya ini pun dipandang Togar Situmorang tidak beralasan. Sebab, dirinya hanya dalam kapasitas sebagai kuasa hukum Muhaji, pemegang sertifikat hak milik (SHM) 11392 atas lahan yang disegel tersebut. Tindakan penyegelan tersebut pun dilakukan oleh Muhaji sendiri bersama istrinya. (Megy)