Empat Hari Pasca Sunatan Masal, Timkes Satgas Pamtas Sektor Timur Cek Kondisi Terakhir Peserta Khitanan

9

Belu NTT, MatajituNews.com

Selang empat hari setelah menggelar sunatan masal dalam rangka HUT Yonif 742/SWY ke 56 yang dilaksanakan pada tanggal 19 Maret lalu, tim kesehatan Satgas Pamtas Sektor Timur yang dipimpin Danton Kesehatan Yonif 742/SWY Letnan Dua Ckh Galih Juniardi bersama anggota mengecek kondisi terakhir peserta sunatan masal di Pos Delomil Dusun Dilagusun Desa Lamaksnolo Kecamatan Lamaknen Kabupaten Belu Nusa Tenggara Timur, Senin (22/3/2021).

Danton Kesehatan dan tim kesehatan mendatangi rumah peserta sunatan masal di sekitar Pos Dilomil dan ada juga yang langsung datang ke Pos Dilomil untuk mengganti perban.

Menurut Stanis Yusbere (18 tahun) salah satu dari peserta sunatan merasa senang dengan adanya program sunatan dari Satgas Pamtas Yonif 742/SWY sehingga ia bisa sunatan gratis.

Usai sunatan, kata Stanis, langsung diberikan obat dan hari ini ganti perban di Pos Dilomil oleh tim kesehatan.

“Syukur sudah mulai terlihat kering, semoga cepat sembuh,” harapnya.

Sedangkan I Made Gunarta anggota Brimob Polda NTT yang sedang melaksanakan Satgas Pamtas di Pospol Dilomil mengucapkan terimakasih atas program sunatan masal Satgas Pamtas sehingga putranya I Wayan Adi Putra (14 tahun) yang kini duduk di kelas 2 SMP sudah di khitan.

Menurutnya, selama ini masyarakat mengalami kesulitan untuk khitanan, dengan adanya program sunatan ini dapat membantu meringankan beban masyarakat.

Selain itu, Gunarta juga berharap agar kedepan ada program pengobatan masal gratis dari Satgas dan ia yakin masyarakat akan antusias untuk mengikuti program tersebut.

“Sama seperti ini,” tutupnya.

Danton Kesehatan Satgas Pamtas Yonif 742/SWY Letnan Dua Ckm Galih Juniardi mengatakan berdasarkan hasil pantauan dan pengecekan terhadap 19 orang yang ikut sunatan masal, kondisi kesehatannya sudah membaik.

“Alhamdulillah setelah dilakukan pengecekan secara door to door rata-rata jahitannya terlihat sudah mulai mengering,” ungkap Letnan Galih.

Dijelaskannya, pengecekan dilakukan dari rumah-rumah mengingat jarak rumah mereka ke Mako Satgas yang terletak di Kelurahan Umanen cukup jauh, menempuh waktu hampir satu jam sehingga tim kesehatan dari Mako yang datang untuk mengecek.

“Pada saat sunatan, mereka dijemput dan diantar pulang setelah selesai sunatan. Pasca sunatan, mereka dipantau langsung tim kesehatan Pos Delomil Kipur II,” papar pria kelahiran Lombok Timur itu.

“Semoga beberapa hari kedepan, kondisi jahitannya kering dan bisa lepas jahitan,” pungkasnya.

Sebagai informasi, sebelum berangkat pengecekan kesehatan peserta sunatan masal, seorang pasien mendatangi Mako Satgas untuk sunatan dan ditangani tim kesehatan Mako Satgas.(IA-1, Rzl).