Tradisi Takbiran Malam Idul Fitri 1442 H di NTB Ditiadakan Dan Taati Prokes

  • Bagikan

Mataram, Matajitunews.com –

Intervensi Program Kampung Sehat 2 Nurut Tatanan Baru berbasis lomba inisiasi Kapolda NTB Irjen Pol. Mohammad Iqbal, S.I.K., M.H. mampu meredam tradisi Pawai Takbiran.

Walau tanpa gelaran Pawai Takbiran kemeriahan malam perayaan Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriyah/2021 Masehi di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), berjalan aman dan kondusif dengan kepatuhan terhadap protokol kesehatan (prokes) Covid-19.

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol. Artanto, S.I.K., M.Si. melalui siaran pers, Rabu (12/5) malam, mengapresiasi kepatuhan masyarakat NTB yang mayoritas muslim dalam menerapkan prokes Covid-19 di malam takbiran Hari Raya Idul Fitri

Kombes pol Artanto ucapkan terima kasih atas kesadaran warga masyrakat NTB terhadap keselamatan dan kepatuhan terhadap prokes dengan tidak melaksanakan tradisi pawai takbiran mengigat wabah corona dengan tidak menimbulkan kerumunan masa .
kami bangga dan mengapresiasi hal tersebut agar situasi tetap kondusif dan terus terjaga seterusnya,” ungkap Artanto.

Dikatakan , sesuai laporkan bahwa
Kondusifitas harkamtibmas secara umum masih terkendali begitu juga dengan tingkat kepatuhan atau kedisiplinan dalam penerapan prokes , terlebih Kapolda dan jajaran Forkopimda NTB sudah membentuk Pospam, Posyan, dan Pos Terpadu yang tersebar di 38 titik di NTB,” jelasnya.

Terpantau, di wilayah Ranggagata Kecamatan Praya Barat Daya Kabupaten Lombok Tengah yang geografis berbatasan langsung dengan Kabupaten Lombok Barat tergolong kreatif dan inovatif dalam menyikapi perayaan malam takbiran di tengah pandemi , Dimana karena adanya larangan pawai takbiran kemeriahan malam Idul Fitri dilakukan di tiap lingkungan dan dusun dengan tetap mematuhi prokes.

Kepala Desa Ranggagata Muhammad Haikal, di sela melakukan penilaian Lomba Panggung Hias Idul Fitri 1442 H mengatakan, pihaknya terus mengimbau warga agar patuh terhadap prokes Covid-19. Termasuk pada saat perayaan malam takbiran juga pelaksanaan Shalat Ied.

Desa Ranggagata sendiri dalam melaksanaan dan memeriahkan malam takbiran diimplementasikan dengan Lomba Panggung Hias Takbiran tentunya dengan tetap mematuhi prokes.

walaupun di tengah pandemi Covid-19 kreatifitas pemuda tetap bisa tersalurkan. Alhamdulillah, ini salah satu cara kami pemerintah desa mendukung Kampung Sehat 2,” ucapnya pada ketragan pers.(13/5)

Sementara tokoh muda Desa Ranggagata Ery Zulfanani mengatakan bahwa ia sangat mendukung dan mengapresiasi gerakan kepala desa dengan Lomba Panggung Hias pada malam hari raya Idul Fitri 1442 Hijriah.

Inovatif dan visioner Sebagai pemuda kami sangat mengapresiasi langkah yang diambil Pak Kades, sehingga walau tanpa pawai takbiran, kami kalangan muda masih bisa berkreasi,katanya. (Mj-Ibn)



  • Bagikan