Kasus Penhinaan Terhadap Palestina Diselesaikan dengan Restorative Justice.

  • Bagikan

Jakarta,Matajitunews.com.
Polisi menyatakan bahwa kasus dugaan penghinaan terhadap Negara Palestina lewat media sosial (medsos), yang dilakukan oleh seorang pelaku HM als UC ( 23) asal ketejer Desa suka Makmur lecamatan Gerung Lombok Barat-NTB, ia merupakan pekerja Clening service di universitas Bumi Gora Mataram dengan kasus dugaan ujar kebencian dan hinaan diselesaikan dengan pendekatan Restorative Justice atau keadilan restoratif.

Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Ahmad Ramadhan mengungkapkan bahwa hal tersebut juga karena tidak terpenuhi unsur pidana di dalam UU ITE pada pelaku dan juga Selain itu, yang bersangkutan juga telah menyampaikan permintaan maafnya lewat medsos ,jelas Komnes.pol.Ramadhan dalam jumpa pers di Gedung Humas Polri, Jakarta Selatan, Kamis (20/5) pada leyeragan tertulisnya

Ramadhan juga menjelaskan, dalam perkara di NTB, polisi melakukan penangkapan dalam rangka mengamankan yang bersangkutan Mengingat, postingannya bisa memecah belah bangsa dan membuat kegaduhan.

kepolisian juga telah melakukan komunikasi dengan tokoh agama, masyarakat, dan pihak lainnya untuk menyelesaikan masalah tersebut.
penyidik akan kembali melaksanakan gelar perkara untuk melakukan restorative justice yang dilakukan penyidik Ditkrimsus Polda NTB,” jelas Ramadhan

Semetara Kabid Humas Polda NTB, Kombes pol. Artanto menjelaskan bahwa penyelesaian perkara dengan pendekatan itu lantaran penyidik mempertimbangkan bahwa tersangka sudah mengakui kesalahannya dan meminta maaf.

Selain itu, pelaku tidak memahami permasalahan yang terjadi antara Palestina dan Israel sehingga iseng membuat konten tersebut. Red

( Mj.ibn )



  • Bagikan