Satreskrim Polresta Mataram Tangkap Pelaku Tindak Pidana Pengelapan dan Penipuan Sebesar 160jt.

  • Bagikan

Mataram, NTB – Matajitunews.com.

seorang calo jual beli tanah berinisial RI (31) asal Kekalik Indah, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram melakukan penipuan dan penggelapan terhadap uang s pembelian tanah senilai Rp160 juta milik kliennya.

Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengakui uang korban yang diterimanya senilai Rp160 juta tidak diserahkan ke pemilik tanak akan tetapi oleh pelaku sudah habis digunakan untuk keperluan sehari-hari dan bayar utang ” kata Kapolresta Mataram Kombes Pol Heri Wahyudi, SIK dalam konferensi persnya di Mataram, Kamis (27/5/2021).

Dalam kasus ini, RI (31) ditetapkan sebagai tersangka dan menjalani penahanan di Mapolresta Mataram terhadapnya dijerat dengan Pasal 372 KUHP tentang Penggelapan dan Pasal 378 KUHP tentang Penipuan, yang ancaman hukumannya empat tahun penjara.

Pelaku ditangkap pada malam Kamis (26/6) setelah korban bernama HS (35), asal Dopang, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat, melaporkannya ke Polresta Mataram.

Pelaku RI menjalankan Modusnya dengan berperan sebagai calo atau maklar jual beli tanah , dengam memasarkan sebidang tanah dengan milik HS , dengan luas 5 are di wilayah Gomong Lama kota Mataram.

dengan mengunakan unggahan di akun Media Sosial Facebook pribadinya ,selamjutnya Korban yang melihat unggahan tersebut langsung tertarik dan menghubungi pelaku.

Kemudian mereka berkenalan dan komunikasinya berlanjut di ‘Whatsapp’. Untuk meyakinkan korban bahwa tanah tersebut akan dijual, pelaku kirimkan foto dirinya yang menunjukkan sertifikat tanah,” ujarnya. (27/5)

Karena merasa yakin lanjutnya, terjadi pertemuan antara korban dengan pelaku di lokasi tanah yang akan dijual Dari kesepakatan tanah seluas 5 are itu laku dengan harga Rp1,4 miliar.

Sebagai tanda jadi korban menyerahkan uang ke pelaku dengan nilai Rp10 juta pada 30 Juni 2019 , Kemudian pada 8 Juli 2019 korban kembali memberikan setoran kedua dengan nilai Rp150 juta.

Kemudian Uang yang diberikan ke pelaku tersebut mengunakan kwitansi serah tetimanya anatar pelaku dengan korban sebagai bukti , selanjutnya korban curiga lantaran setelah memberikan uang setotan pbelian Tanah tersebut pelaku tidak pernah ada kabar beritanya sehingga pada selasa 18/6/21 melaporkan kejadian tetsebut ke Polresta Mataram. Karena merasa di tipu dengan kerugian sebesar 160juta.

(Mj-ibn )



  • Bagikan