Kasrem 162/WB Berikan Materi Wawasan Kebangsaan Kepada Siswa Siswi Beragama Buddha

  • Bagikan

Mataram – Matajitunews.com

Kepala Staf Korem (Kasrem) 162/WB Kolonel Arm I Made Kariawan memberikan materi wawasan kebangsaan kepada siswa siswi beragama Budha di Aula SMB Ananda Vihara Avalokitasvara Jalan Ahmad Yani No.9 Sweta, Kecamatan Sandubaya Kota Mataram, Kamis (30/9/2021).

Kegiatan bertema “Pembinaan Wawasan Kebangsaan Menjaga Keutuhan NKRI” dihadiri Binmas agama Buddha Kementerian Agama Kota Mataram Bhikshu Saccadhammo Thera, ketua panitia Dedy Darma S. Ag., dan siswa siswi pemeluk agama Buddha kota Mataram.

Kasrem 162/WB pada kesempatan itu memaparkan tentang makna wawasan kebangsaan yang mengamanatkan kepada seluruh warga negara untuk menempatkan persatuan dan kesatuan serta kepentingan bangsa di atas kepentingan sendiri ataupun kelompok.

Menurut Kasrem 162/WB bahwa ambisi penguasaan asing terhadap sumber daya alam Indonesia tidak lepas dari sejarah panjang, dimana penaklukannya berorientasi pada kepentingan nasional atau bangsanya dengan cara membuat bangsa kita menjadi lemah dengan mengacaukan sistem kehidupan.

Adapun cara yang dilakukan, sambungnya, yaitu dengan memanfaatkan atau memperalat elemen maupun oknum dengan memberikan kenikmatan sesaat bagi kelompoknya, serta membuat pemimpin terlena pada upaya berebut atau mempertahankan kursi jabatan atau kekuasaan.

“Karena itu, sangat penting bagi masyarakat dan pemimpin untuk bisa memahami, mewaspadai serta pandai menyikapi secara tepat dan bijak segala perilaku kekuatan-kekuatan besar dunia,” ujarnya.

Lebih lanjut Kolonel Made Kariawan memaparkan tentang strategi untuk wujudkan daya tangkal bangsa Indonesia terhadap upaya penguasaan oleh bangsa asing melalui revitalisasi wawasan kebangsaan, pemantapan kembali komitmen bangsa yang mengacu pada filosofi sumpah pemuda, pembentukan karakter bangsa termanifestasikan dalam proses kaderisasi pemimpin bangsa yang memliki kecerdasan intelektual emosional dan spiritual.

Selain itu, juga harus menjadikan pancasila sebagai acuan kritis dalam meningkatkan partisipasi masyarakat, menata nilai-nilai fundamental, serta melaksanakan pembinaan kesadaran maupun kemampuan bela negara dengan menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) pertahanan dan penguatan jati diri bangsa dengan mengingatkan kepada generasi muda saat ini untuk senantiasa menjaga keutuhan bangsa dan negara.

“Keadaan bangsa Indonesia yang terdiri dari keberagaman suku, agama, warna kulit, bahasa, ekonomi dan adat istiadat ini tetap utuh karena Pancasila,” terangnya.(Rzl).




  • Bagikan