Kepala Bea Cukai Labuhan Bajo Diduga Back Up Pengusaha Rokok Ilegal yang Merajalela Beredar di Manggarai Barat

Matajitunews.com

Labuhan Bajo – Peredaran Rokok-rokok ilegal makin banyak ditemukan beredar bebas di wilayah Kabupaten Manggarai Barat. Diduga para Pengusaha rokok ilegal tersebut telah di Back Up oleh Kepala Bea Cukai Labuhan Bajo sehingga peredarannya tak terbendungkan.

Wakil Ketua II DPRD Manggarai Barat, Marselinus Jeramun saat ditemui pada Tanggal 12 April 2022 mengatakan, bahwa rokok – rokok ilegas yang sudah beredar luas diwilayah Kabupaten Manggarai Barat itu sudah selama bertahun – tahun yang mengakibatkan kemasukan Pajak Negara berkurang (Dirugikan),” Ucapnya.

Sementara itu, salah satu dari kalangan para pedagang yang sudah di jumpai hanya mengatakan, kami tidak tau mana rokok yang ilegal sama yang resmi, karena belum pernah ada informasi atau sosialisasi resmi dari pihak terkait. Kami hanya tau menjual saja,” jelas salah satu pedagang di Kabupaten Manggarai Barat.

Dijelaskan juga, adapun beberapa rokok – rokok ilegal yang sering dijumpai di Toko-toko yaitu diantaranya seperti, Cappuccino, Arrow, Saga dan Thanos Bold hingga kini masih beredar bebas Kabupaten Manggarai Barat,” jelas Marselinus Jeramun.

Menurut juga, berarti keberadaan Bea Cukai selama ini di Labuan Bajo tidak memberikan Efek Jera kepada para Oknum Pengusaha – pengusaha rokok ilegal tersebut, malah melindungi mereka semua. Sehingga peredaran rokok ilegal dibiarkan merajalela masuk ke Kabupaten Manggarai Barat dan sekitarnya,” kata Ketua DPD PAN Manggarai Barat.

Salah satu contoh seperti beberapa waktu lalu sejumlah motor di dalam kapal dari surabaya yang diduga ilegal diamankan oleh pihak kepolisian setempat. Tetapi pada saat yang bersamaan ada rokok merk Saga dalam jumlah banyak berdus-dusan yang jelas-jelas itu ilegal malah tidak diamankan,” pungkas Marsel.

Akhirnya DPRD Manggarai Barat memanggil pihak Bea Cukai Labuan Bajo untuk meminta dimintai pertanggungjawaban soal masifnya peredaran rokok ilegal. Hal itu karena banyaknya informasi dari masyarakat terkait peredaran rokok ilegal.

Tetapi ketika Bea Cukai Labuhan Bajo Manggarai dipanggil oleh DPRD bukannya mau berbenah, pihak Bea Cukai Labuan Bajo malah cenderung menyalahkan pemerintah pusat terkait ketidaksesuaian antara jumlah yang tertera di pita dengan isi di dalamnya,” kata Marselinus Jeramun.

Diharapkan kepada pemerintah dan juga lembaga penegak hukum untuk segera menertibkan atau bila perlu melakukan sidak di setiap toko serta penyuplai rokok – rokok ilegal tersebut,” harapannya.

“Jika tak bisa meredam peredaran rokok ilegal, lebih baik serahkan ke pemerintah setempat saja. Pasalnya, pengawasan yang ketat sangat diperlukan baik dari institusi Kepolisian maupun dari petugas Bea Cukai,” tutup. (Dani/Rzl).