Kepala Bea Cukai Labuhan Bajo Diduga Dengan Pengusaha Rokok ilegal Ada Nilai Transaksi Diluar Dari Pada Nilai Formal

Matajitunews.com

Labuhan Bajo – Peredaran Rokok-rokok ilegal Cappuccino, Arrow, Saga dan Thanos Bold makin banyak dijumpai beredar bebas di wilayah Kabupaten Manggarai Barat yang sering dijumpai di setiap pertokoan. Sehingga menjadi sorotan dari Wakil Ketua II DPRD Manggarai Barat, Marselinus Jeramun saat ditemui di Labuan Bajo, Sabtu (17/4/2022).

Wakil Ketua II DPRD Manggarai Barat, Marselinus Jeramun menduga bahwa Bea Cukai Labuhan Bajo bermain mata dengan para pengusaha – pengusaha rokok ilegal tersebut sehingga peredarannya bebas masuk ke Kabupaten Manggarai Barat.

“Lebih lanjutnya, seharusnya Bea Cukai Labuhan Bajo harus tegas dengan adanya keberadaan peredaran rokok – rokok ilegal yang sudah beredar luas diwilayah Kabupaten Manggarai Barat. Dan rokok ilegal tersebut sudah beredar selama bertahun – tahun yang mengakibatkan kemasukan Pajak Negara berkurang (Dirugikan),” Ucapnya.

Menurut Ketua DPD PAN Manggarai Barat, keberadaan Bea Cukai selama ini di Labuan Bajo berati tidak memberikan Efek Jera kepada para Oknum Pengusaha – pengusaha rokok ilegal tersebut, malah melindungi mereka semua,” katanya.

“Dugaan saya, Bea Cukai Labuan Bajo bermain mata dengan perusahaan yang mengedarkan rokok rokok ilegal ini. Mungkin ada nilai transaksi diluar dari pada nilai formal,” ujar Marsel.

Salah satu contoh seperti beberapa waktu lalu sejumlah motor di dalam kapal dari surabaya yang diduga ilegal diamankan oleh pihak kepolisian setempat. Tetapi pada saat yang bersamaan ada rokok merk Saga dalam jumlah banyak berdus-dusan yang jelas-jelas itu ilegal malah tidak diamankan,” pungkas Marsel.

Akhirnya DPRD Manggarai Barat memanggil pihak Bea Cukai Labuan Bajo untuk meminta dimintai pertanggungjawaban soal masifnya peredaran rokok ilegal. Hal itu karena banyaknya informasi dari masyarakat terkait peredaran rokok ilegal.

Tetapi ketika Bea Cukai Labuhan Bajo Manggarai dipanggil oleh DPRD bukannya mau berbenah, pihak Bea Cukai Labuan Bajo malah cenderung menyalahkan pemerintah pusat terkait ketidaksesuaian antara jumlah yang tertera di pita dengan isi di dalamnya,” kata Marselinus Jeramun.

Diharapkan kepada pemerintah dan juga lembaga penegak hukum untuk segera menertibkan atau bila perlu melakukan sidak di setiap toko serta penyuplai rokok – rokok ilegal tersebut,” harapannya.

“Jika tak bisa meredam peredaran rokok ilegal, lebih baik serahkan ke pemerintah setempat saja. Pasalnya, pengawasan yang ketat sangat diperlukan baik dari institusi Kepolisian maupun dari petugas Bea Cukai,” tutup. (Dani/Rzl).